PESTISIDA ORGANIK

Identik dengan pestisida berbahan dasar alami dan mengandung unsur hayati.

Pestneem dan Diophora adalah termasuk pestisida organik yang aman bagi lingkungan dan manusia, dapat dicampur dengan pupuk kimia dan pupuk organik lainnya.

 

Pemakaian dalam jangka waktu lama tidak menyebabkan kerusakan bagi tanaman dan tanah, sehingga cocok untuk para hobbies yang menanam di halaman rumah atau lingkungan padat yang menginginkan udara dan tanah tidak tercemar.

 

Maraknya peredaran pestisida kimia berbahan berbahaya yang beredar luas dilingkungan pertanian membuat masyarakat khususnya konsumen penyuka sayuran dan buah lokal tidak dapat menghindar dari residu pestisida didalam tanaman yang mengandung racun berbahaya.

 

Pestisida (fungisida dan akarisida) yang beredar saat ini dibuat semakin keras, membunuh hingga ke dalam lapisan dalam batang tanaman dan telur yang menempel di akar dan pangkal tanaman didalam tanah.

 

Dapat anda bayangkan bagaimana residu cairan kimia berbahaya menyerap dan masuk kedalam umbi, buah dan daun yang kemudian dikonsumsi oleh hewan dan manusia.

 

H a r g a :

1. Pest-neem, Pestisida Organik

    Botol 250 ml     Rp. 35.000,-

 

2. Diophora (Pencegah Akar Gada)

    Botol 500 ml      Rp. 35.000,-

 

Harga untuk reseller diberikan khusus, Untuk luar daerah Bandung dikenakan ongkos kirim berdasarkan jarak dan bobot pengiriman.

 

1. Pestisida Organik 4 in One, PESTNEEM.

 

Pestisida organik berbahan dasar dari buah Nimba (Azadirachta indica), tanaman asal India masuk ke Indonesia sejak zaman penjajahan belanda.

Semula ditanam didaerah perkebunan diduga bertujuan untuk mengurangi serangga hama. Sebagai pohon dengan tajuk membulat sampai memberi naungan yang teduh dibawahnya, nimba banyak ditanam di tepi jalan-jalan kota maupun pantai yang panas kering di daerah Jawa.

 

Bagian senyawa nimba yang mengandung senyawa aktif yang bersifat sebagai pestida terutama adalah pada biji dan daun. Kandungan pada biji lebih banayak dibandingakan dalam daun. Ada 20 lebih senyawa aktif yang terkandung didalamnya, yang berfungsi sebagai pestisida meliputi Azadirachtin, Meliantriol, Salanin, Nimba dan Nimbidin.

 

Cairan PESTNEEM yang telah disemprot ke tanaman mengeluarkan aroma tidak disukai serangga dan Efek nya adalah serangga menjadi malas makan, mandul dan mati perlahan.

 

Telah diuji cobakan pada tanaman yang terserang belalang, pada saat penyemprotan belalang tetap bertahan dan 1 jam kemudian belalang pergi hingga esoknya tidak ada lagi belalang yang datang hinggap di tanaman tersebut.

 

Termasuk dilakukan penyemprotan langsung pada buah SRIKAYA yang banyak menempel kutu putih dan semut pada pangkal buah, saat penyemprotan semut dan kutu putih tidak berpengaruh, tetapi setalah 1 jam kemudian semut-semut berjatuhan mati demikian juga kutu putihnya.

 

Cairan PESTNEEM ini larut didalam air dan tidak ada residu, bahan aktifnya menempel pada batang dan daun, cairan terserap tanaman sebagai pupuk dan hormon tanaman.

 

Ampuh mengendalikan 123 species serangga hama, jamur, dan nematoda pada tanaman kebun sayuran dan buah seperti tomat, cabai, terung, kubis, jagung, pisang, kacang tanah, padi, dll.
Sekaligus juga berfungsi sebagai pupuk daun dan pupuk buah.

 

KANDUNGAN PESTNEEM

Bahan Aktif 

- Zat tumbuh,

- Azachdirachtin, golongan pestisida dengan toksisitas klasifikasi IV (tidak beracun).

- Salannin, zat penghambat pertumbuhan larva, kepompong.

- Meliantriol, pada konsentrasi tertentu dapat menyebabkan serangga berhenti makan, belalang menjadi enggan

              mengunyah.

- Nimbin, Senyawa kimia bioaktif pestisida nabati berasal dari daun dan biji pohon nimba.

- Flavonoid, senyawa kimia berasal dari tanaman yang digunakan sebagai perekat.

 

Pemakaian,

- Dosis pemakaian 1 tutup botol Pest-Neem dicampur dengan 3 liter air, gunakan handsprayer.

- Semprotkan ke tanaman yang terserang penyakit.

- Penyemprotan dilakukan setiap 7 hari sekali disesuaikan dengan intensitas serangan hama.

2. DIOPHORA, Mencegah dan Mengendalikan Penyakit Akar Gada

Penanaman sayuran atau palawija tidak dapat dilakukan secara terus menerus di lahan yang sama tanpa jeda, diperlukan selingan tanaman dari jenis yang lain, untuk menjaga keseimbangan hara yang dikonsumsi oleh tanaman. Kemudian ada jeda waktu penanaman untuk memberi kesempatan tanah melakukan pemulihan, idealnya jeda waktu sekitar 30 hari.

Dengan waktu tersebut maka cukup waktu bagi tanah untuk recovery dan memutus siklus hidup jamur, bakteri dan penyakit tanah lainnya.

 

Untuk petani yang memiliki lahan terbatas ditambah modal terbatas, jeda waktu ideal 30 hari tentu akan mengalami kesulitan, khususnya petani sayur dan palawija.

 

Dengan rentang waktu yang pendek antara masa setelah panen dan mulai penanaman kembali, biasanya para petani tidak sempat memberikan waktu untuk tanah recovery, selesai panen mereka langsung memberikan pupuk kandang lagi kadang karena stok pupuk kandang terbatas mereka memakai pupuk dasarnya dari limbah kotoran ayam yang belum matang. Hal ini mengakibatkan jamur dan bakteri patogen di dalam tanah menjadi lebih aktif dan resistan terhadap fungisida.

 

Ditambah penggunaan Mulsa pada lahan pertanian palawija, walaupun cukup membantu petani dalam mengurangi biaya tenaga kerja untuk perawatan pembersihan rumput liar, berguna juga untuk mengurangi penguapan didalam tanah, menahan tanah terbawa air saat hujan deras dan mengurangi pemakaian pupuk kimia, tetapi memliki kelemahan yaitu bakteri dan jamur tumbuh subur didalam mulsa karena terlindung.

 

Bakteri dan cendawan/jamur ini yang mengakibatkan tanaman menjadi kerdil, berdaun kuning, bulai, akar gada dan lain-lain

 

Untuk keperluan tersebut maka pihak RSDH membuat obat penawar berbentuk cairan mengandung bakteri aktif Lactobacillus, Acetobacter, Yeast, Azetobacter, Bacilius dan Elemen khusus berguna untuk menekan dan membasmi bakteri patogen dan jamur, khususnya jamur Plasmodiophora Brassicae.

Gejala Penyakit

Daun tampak layu pada siang hari atau cuaca panas, tetapi pada malam hari tampak segar.

Pertumbuhan lambat, tanaman kerdil, dan tidak mampu membentuk bunga bahkan mati.

Akar bengkak dan ada bercak-bercak hitam.

 

Kandungan :

- Lactobacillus, - Acetobacter, - Yeast, - Azotobacter,

- Bacillus, - Specific Element.

 

 

Latest News

PENGURAI ORGANIK - Degrasimba

Berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk menyedot septiktank dan dampak lingkungan akibat pembuangan kotoran secara sembarangan.

Kotoran ternak juga perlu diolah agar dapat digunakan sebagai pupuk yang mengandung nutrisi....

 

Read More

Bertanam Sayur Organik

Sayuran Organik masih memungkinkan berbiaya murah, yaitu dengan menggunakan system Rumah Jaring. Dengan system ini harga jual Sayuran Organik tidak terpaut jauh dengan sayuran biasa, untuk meningkatkan......

 

Read More

Fungisida Orgnik DIOPHORA

 

Penanaman sayuran atau palawija tidak dapat dilakukan secara terus menerus di lahan yang sama tanpa jeda, diperlukan selingan tanaman dari jenis yang lain, untuk menjaga keseimbangan hara yang dikonsumsi oleh tanaman...............

Read More

Testimonials

Pembeli telah membuktikan sendiri kelebihan dari pupuk cair yang kami jual baik secara direct sales atau melalui web on line, peningkatan hasil dari panen setelah menggunakan pupuk organik dan Supplemen tambahan organik.......

Cara Pembelian Produk

mandiri Internet Banking BCA Internet Banking Paypal

Pricelist Product

Menggunakan bahan - bahan lokal menjadikan pupuk organik lebih mudah di implementasikan ke tanaman, pupuk cair kami buat selain bernutrisi lengkap juga mengandung bakteri aktif dengan harga terjangkau ........