Fungisida Organik, DIOPHORA

skema biogas

Gunakan Pestisida Organik Ramah Lingkungan dan Aman buat Manusia

Penanaman sayuran atau palawija tidak dapat dilakukan secara terus menerus di lahan yang sama tanpa jeda, diperlukan selingan tanaman dari jenis yang lain, untuk menjaga keseimbangan hara yang dikonsumsi oleh tanaman. Kemudian ada jeda waktu penanaman untuk memberi kesempatan tanah melakukan pemulihan, idealnya jeda waktu sekitar 30 hari.

Dengan waktu tersebut maka cukup waktu bagi tanah untuk recovery dan memutus siklus hidup jamur, bakteri dan penyakit tanah lainnya.

 

Untuk petani yang memiliki lahan terbatas ditambah modal terbatas, jeda waktu ideal 30 hari tentu akan mengalami kesulitan, khususnya petani sayur dan palawija.

Dengan rentang waktu yang pendek antara masa setelah panen dan mulai penanaman kembali, biasanya para petani tidak sempat memberikan waktu untuk tanah recovery, selesai panen mereka langsung memberikan pupuk kandang lagi kadang karena stok pupuk kandang terbatas mereka memakai pupuk dasarnya dari limbah kotoran ayam yang belum matang. Hal ini mengakibatkan jamur dan bakteri patogen di dalam tanah menjadi lebih aktif dan resistan terhadap fungisida.

Ditambah penggunaan Mulsa pada lahan pertanian palawija, walaupun cukup membantu petani dalam mengurangi biaya tenaga kerja untuk perawatan pembersihan rumput liar, berguna juga untuk mengurangi penguapan didalam tanah, menahan tanah terbawa air saat hujan deras dan mengurangi pemakaian pupuk kimia, tetapi memliki kelemahan yaitu bakteri dan jamur tumbuh subur didalam mulsa karena terlindung.

 

Bakteri dan cendawan/jamur ini yang mengakibatkan tanaman menjadi kerdil, berdaun kuning, bulai, akar gada dan lain-lain

 

Untuk keperluan tersebut maka pihak RSDH membuat obat penawar berbentuk cairan mengandung bakteri aktif Lactobacillus, Acetobacter, Yeast, Azetobacter, Bacilius dan Elemen khusus berguna untuk menekan dan membasmi bakteri patogen dan jamur, khususnya jamur Plasmodiophora Brassicae.

skema biogas

 

Gejala Penyakit

a.

Daun tampak layu pada siang hari atau cuaca panas, tetapi pada malam hari tampak segar.

b.

Pertumbuhan lambat, tanaman kerdil, dan tidak mampu membentuk bunga bahkan mati.

c.

Akar bengkak dan ada bercak-bercak hitam.

 

Kandungan :

 

- Lactobacillus

- Acetobacter

 

- Yeast

- Azotobacter

 

- Bacillus

- Specific Element

 

Pencegahan :

1.

Di Persemaian :

 

1 botol Diophora + 100 ltr air, disiramkan 1-2 hari sebelum benih disemai.

 

2.

Di Lapangan atau Kebun :

 

1 botol Diophora + 100 ltr air, dicorkan pada tanaman umur :

 

a.

1-2 hari setelah tanam.

 

b.

3 minggu setelah tanam.

 

c.

5 minggu setelah tanam.

 

 

Pengobatan :

 

Bila tanaman pada awal persemaian tidak dilakukan pencegahan dan terkena penyakit akar gada, maka dapat dikendalikan dengan cara pengecoran pada akar tanaman dengan dosis sebagai berikut :

 

2 botol Diophora + 200 ltr air + 2 Kg Urea

diamkan selama +/- 5 jam ditempat teduh atau semalam

 

Kocorkan ke pangkal tanaman, dDiulang setiap satu minggu (7 hari).

 

Untuk keterangan lebih lanjut bisa menghubungi via WA/SMS ke 085888927979.

 

 

 

 

Testimonials

Pembeli telah membuktikan sendiri kelebihan dari pupuk cair yang kami jual baik secara direct sales atau melalui web on line, peningkatan hasil dari panen setelah menggunakan pupuk organik dan Supplemen tambahan organik.......

Cara Pembelian Produk

mandiri Internet Banking BCA Internet Banking Paypal

Pricelist Product

Menggunakan bahan - bahan lokal menjadikan pupuk organik lebih mudah di implementasikan ke tanaman, pupuk cair kami buat selain bernutrisi lengkap juga mengandung bakteri aktif dengan harga terjangkau ........