PEST SUPPORTS
Pupuk Organik dapat dicampur dengan pestisida dan bahan non organik sepanjang pemakaian tidak berlebihan.
Harga :
1. Perekat Getstick - GETOE
Botol 500 ml Rp. 22.500,-
Btl. 1000 ml Rp. 30.000,-
2. Pest-neem, Pestisida Organik
Botol 100 ml Rp. 19.500,-
Jerigen 5 lter Rp. 500.000,-
3. Florbac (Insektisida Biologi cair)
Botol 100 ml Rp. 22.500,-
4. Bactospaine WP (Insekstisida Biologi padat)
Pack 100 grm Rp. 34.500,-
5. Diophora (Pencegah Akar Gada)
Botol 500 ml Rp. 30.000,-
Harga tersebut untuk reseller, Untuk luar daerah Bandung dikenakan ongkos kirim berdasarkan jarak dan bobot pengiriman.
1. Perekat - GETSTICK GETOE 
Kegunaan, |
|
- |
Larutan ini mampu melekatkan pestisida (insektisida, fungisida, herbisida dan akarisida) pada hama yang memiliki perisai pada tubuh hama seperti kutu putih, kepik (Aleurodicus sp., Coccus, Pseudococcus sp., dan lain lain). |
- |
Larutan ini juga mampu meratakan dan melekatkan pestisida (insektisida, fungisida, herbisida, dan akarisida) pada permukaan daun baik permukaan yang berlilin (waz coated) ataupun daun yang berbulu sehingga sukar ditembus oleh air. |
- |
Sebagai perekat tahan terhadap curahan air hujan sehingga pemakaian pestisida menjadi effektif dan effisien. |
|
|
Pemakaian, |
|
Campurkan 0,5 ml s/d 1 ml Getstick dengan 1 liter air dan larutan pestisida (insektisida, fungisida, herbisida, akarisida). |
|
2. Pest-Neem (Perekat, Pestisida, Pupuk) 
Content, |
|
Bahan Aktif |
|
- |
Zat tumbuh, |
- |
Azachdirachtin, golongan pestisida dengan toksisitas klasifikasi IV (relatif tidak beracun). |
- |
Salannin, zat penghambat pertumbuhan larva, kepompong. |
- |
Meliantriol, pada konsentrasi tertentu dapat menyebabkan serangga berhenti makan, belalang menjadi enggan mengunyah. |
- |
Nimbin, Senyawa kimia bioaktif pestisida nabati berasal dari daun dan biji pohon nimba. |
- |
Flavonoid, senyawa kimia berasal dari tanaman yang digunakan sebagai perekat. |
|
|
Kegunaan, |
|
Ampuh mengendalikan 123 species serangga hama, jamur, dan nematoda pada tanaman kebun sayuran dan buah seperti tomat, cabai, terung, kubis, jagung, pisang, kacang tanah, padi, dll. |
|
|
|
Pemakaian, |
|
- |
Dosis pemakaian 1 tutup botol Pest-Neem dicampur dengan 3 liter air, gunakan handsprayer. |
- |
Semprotkan ke tanaman yang terserang penyakit. |
- |
Penyemprotan dilakukan setiap 10 hari sekali disesuaikan dengan intensitas serangan hama. |
3. Florbac FC, Insektisida Biologi 
Content, |
|||||
Bahan aktif Bacilius Thuringiensis var aizawal serotype 7 – 7.500 IU/mg |
|||||
|
|||||
Kegunaan, |
|||||
- |
Racun lambung terutama pada larva golongan Lepidotera dan tidak berpengaruh terhadap telur dan stadium dewasa (imago). |
||||
- |
Golongan insectisida tetapi tidak berpengaruh terhadap kesuburan tanah. |
||||
|
|
||||
Pemakaian, |
|||||
Kelapa Sawit |
Ulat Api |
Penyemprotan volume tinggi 0,5 – 1 ltr/ha |
Segera apabila ditemukan larva stadium muda |
||
Kubis/ Kol/ Cabe Holtikultura lain.
|
Perusak daun |
Penyemprotan vol. Tinggi |
Apabila ditemukan populasi rata-rata > 5 larva per 10 tanaman |
||
4. Bactospeine WP, Insektisida Biologi
1. |
Specification Products, |
||||
|
|
||||
4. |
Content, |
||||
|
Bacilius thuringiensis Berliner Serotype H. 14 16.000 I.U / mg |
||||
|
|
||||
5. |
Kegunaan, |
||||
|
- |
Mengendalikan larva perusak daun kubis/kol, tidak merusak lingkungan terutama tanah. |
|||
|
- |
Bersifat pengendali sehingga hanya efektif pada larva dan tidak berpengaruh pada telur atau stadium dewasa (imago). |
|||
|
|
|
|||
6. |
Pemakaian, |
||||
|
Tanaman |
Hama |
Dosis Pemakaian |
Waktu Penyemprotan |
|
|
Kubis/Kol, Kembang Kol, Cabe, Tomat, Dll. holtikultura |
Perusak Daun, Plutella Xylostella |
Penyemprotan volume tinggi = 1g per liter. |
Apabila ditemukan populasi rata-rata >5 larva per 10 tanaman. |
|
|
Kelapa Sawit |
Ulat Api |
Penyemprotan volume tinggi = 300 grm – 500 grm per hektar |
Segera disemprot apabila ditemukan larva stadium muda. |
|
5. DIOPHORA, Mencegah dan mengendalikan penyakit Akar Gada
Akar Gada, adalah penyakit pada tanaman kubis/kol, brokoli dan sejenisnya yang disebabkan oleh Plasmodiophora brassicae yang melakukan pembelahan dan pembesaran sel pada akar tanaman sehingga terbentuk bercak pada akar tanaman.
Bercak-bercak ini akan membengkak dan tanaman akan menjadi layu.
Gejala Penyakit |
|
a. |
Daun tampak layu pada siang hari atau cuaca panas, tetapi pada malam hari tampak segar. |
b. |
Pertumbuhan lambat, tanaman kerdil, dan tidak mampu membentuk bunga bahkan mati. |
c. |
Akar bengkak dan ada bercak-bercak hitam. |
Kandungan : |
||
|
- Lactobacillus |
- Acetobacter |
|
- Yeast |
- Azotobacter |
|
- Bacillus |
- Specific Element |
Pencegahan : |
||
1. |
Di Persemaian : |
|
|
1 botol Diophora + 100 ltr air, disiramkan 1-2 hari sebelum benih disemai. |
|
2. |
Di Lapangan atau Kebun : |
|
|
1 botol Diophora + 200 ltr air, dicorkan pada tanaman umur : |
|
|
a. |
1-2 hari setelah tanam. |
|
b. |
3 minggu setelah tanam. |
|
c. |
5 minggu setelah tanam. |
|
|
|
Pengobatan : |
||
|
Bila tanaman pada awal persemaian tidak dilakukan pencegahan dan terkena penyakit akar gada, maka dapat dikendalikan dengan cara pengecoran pada akar tanaman dengan dosis sebagai berikut : |
|
|
2 botol Diophora + 200 ltr air + 5 Kg Urea |
|
|
Diulang setiap satu minggu (7 hari). |
|